Grindcore Masa Depan
Teks | Garna Ra
Setelah merangkai kesolid-an selama bertahun-tahun, dan tekad yang kuat, band ini diramalkan akan mencuri perhatian orang banyak. Bahkan siapa nyana, musik yang mereka bikin ternyata dihasilkan oleh 3 orang saja. Musikalitas yang begitu matang setelah berproses dengan band-band mereka sebelumnya, hingga mereka masih menyisihkan waktunya untuk band-band mereka yang lain dari For My Blood, Looserz, dan Panic Disorder. Dengan proses tersebut, justru komposisi grindcore-nya memekakkan telinga para pendengarnya, dan sepanggung dengan band idolanya, Napalm Death memberi semangat tersendiri bagi Dead Vertical. Simak wawancara Dead Vertical yang dijawab oleh Boy, motor dari band berbahaya ini.
Ceritakan release party album “Infecting The world” kalian kemarin?
Halo..apa kabar? Ya, release party Infecting The World kemarin Alhamdullilah berjalan lancar bos, walaupun ada beberapa kendala koordinasi manajemen dan teknis, tapi secara keseluruhan event berjalan lancar. Kita puas dan sangat terharu karena band-band yang ikut serta di event release party ini bagus-bagus, sangar mainnya!!! DeadSquad, Rajasinga (Bdg), End of Age, Hard To Kill,Final Attack, BurningFlame dll…
Setelah album terbaru kalian dirilis, pencapaian apa yang kalian rasakan sekarang?
Yang kita rasakan sekarang kita jadi lebih bertanggung jawab dalam menghasilkan suatu karya karena setelah album keluar maka akan didengar oleh banyak orang jadi kita harus lebih maksimal dalam membuat suatu karya musik di masa mendatang. Selain itu kita dituntut harus tampil professional dan maksimal dalam show-show kami saat ini dan yang akan dating. Itu sih yang paling kita rasakan saat ini.
Album pertama kalian “fenomena akhir zaman” saat itu belum begitu tersebar secara luas. Apa perbedaan secara musikal dan produksi dengan album lama dan baru ini?
Ya benar, album pertama kami “Fenomena Akhir Zaman” (2004) memang pada waktu itu belum tersebar dengan baik karena banyak sekali kendala pada records yang merilis kami waktu itu (The Eye Music), Namun sekarang, album kedua kami “Infecting The World” (Rottrevore records 2008) Alhamdullilah pendistribusiannya sangat bagus, sudah bisa masuk toko-toko kaset resmi seperti Disctara, Aquarius, Harika, Duta suara dan lain-lain. Perbedaan secara musikal, album kedua kami lebih intens, terkonsep, agresif dan brutal dari pada album pertama, selain itu sound yang dihasilkan lebih bagus dan berkarakter dibandingkan album pertama. Secara produksi, album kedua distribusinya lebih meluas dan merata dan jumlah produksinya lebih banyak dibandingkan album pertama.
Kalian telah bekerja keras untuk album baru ini, sehingga impact yang dihasilkan terasa bagi kalian. pengorbanan apa yang kalian keluarkan selama ini?
Pengorbanan? hahaha..banyak Bos!!! Gue terpaksa resign dari kerja karena harus rekaman di luar kota, kita bertiga diomelin melulu ama bonyok gara-gara ngeband terusss..hahahaha. Tapi intinya pengorbanan waktu, tenaga, uang, pikiran udah kita alamin sejak 7 Tahun yang lalu sejak berdirinya Dead Vertical.
Bisa ceritakan DJ Winky terlibat dalam rilisan ini? Lalu kenapa tidak mencoba unsur noise/ambient untuk intro/outro yang justru lebih relevan dengan grindcore?
Yup, DJ Winky bisa terlibat dalam album kedua ini karena request dari kita bertiga dan kebetulan setelah melihat show kami waktu membuka Napalm Death Tour in Indonesia 2007 kemarin, Mas Winky tertarik dengan musik kami. Sekedar bocoran dulu Mas Winky juga CorspeGrinder lho..hahaha. Kita sengaja milih sampling yang dibuat oleh DJ Winky karena karakternya gelap, suram dan industrial, selain itu untuk menambah variasi dan ke-eksklusifan album kedua kami.
Selain DJ Winky, musisi siapa aja yang berkolaborasi dalam rilisan ini?
Ada Japra (Siksakubur) dan Dollah (M.B.A) keduanya ikut serta mengisi vocal di lagu Polemik oleh Japra dan R.A.R oleh Dollah.
“Matinya hubungan vertikal antara tuhan dengan manusia” adalah filosofi dari nama Dead Vertical, lalu menurut kalian apa yang terjadi pada dunia ini?
Yang terjadi ya seperti filosofi tadi, Manusia saling membasmi sesamanya dan Tuhan telah dilupakan atau dianggap sebagai simbol saja. Akhirnya kekacauan Global muncul meracuni dan menginfeksi otak-otak manusia.
Jika memang manusia memutuskan untuk tidak percaya dengan tuhan?
Well…That’s a Choice. But Human Never can leaving God, because human is nothing and only small Species. Di hadapan Tuhan Manusia hanyalah makhluk kecil yang tak berdaya apa-apa ketika dihujani bencana. Sorry bukan ceramah, gue bukan seorang agamis tapi gue bertiga masih percaya ama Tuhan. Kalo ada manusia yang ga percaya, ya terserah, itu pilihan mereka Bos,baik buruknya mereka yang ngerasain.
Pada lagu “Religion against religion”, gejala apa yang terjadi di masyarakat ini saat hal tersebut terjadi?
Yang terjadi ya gejala saling memprovokasi untuk saling membantai sesama umat beragama. Kejadian itu ada di seluruh belahan dunia tanpa terkecuali di Indonesia juga. Yang jelas intervensi pihak luar juga berperan dalam fenomena berdarah di Indonesia dan Negara-negara lainnya di dunia ini. Beware with Infiltration from Out…..!!!!!!!!!
Napalm Death membuat ‘Scum’ dengan komposisi grindcore terpendek. Lalu kalian dengan ‘No Suicide’. Pernahkah terpikir membuat satu komposisi grindcore terpanjang, 10-15 menit, yang mungkin bisa mengalahkan lagu-lagu post-rock yang panjang tersebut?
Wah..pernah tuh bos, tapi ga jadi-jadi hahaha. Kita bertiga keburu muntah duluan waktu coba buat lagu berdurasi sepanjang itu..hehehe
Kalian telah bermain bersama Napalm Death, energi apa yang kalian rasakan saat itu? Lalu siapakah band favorit lain yang kalian harapkan untuk bermain bersama?
Energi yang kita rasakan waktu itu adalah kepercayaan diri dan kebanggaan yang luar biasa bisa membawa nama bangsa bermain membuka show Band Grindcore Legenda seperti Napalm Death. Band Favorit lainnya yang kita harapkan bisa bermain bersama seperti Misery Index, Rotten Sound, ColdWorker, Entombed..
Diantara kalian berasal dari band yang sudah ada, dan kini pun masih aktif. Bagaimana kalian mengaturnya? Pernahkah bermain bersamaan?
Intinya saling pengertian aja antar personil untuk mengatur waktu. Pernah main bersamaan beberapa kali..
Bahkan berasal dari band yang berbeda genre, bagaimana kalian sepakat untuk membentuk dead vertical dan memainkan grindcore saat itu?
Kita sepakat karena kita punya visi misi yang sama, juga hoby yang sama dalam music jadi kita akhirnya memutuskan untuk membentuk sebuah band..Dead Vertical.
Memainkan grindcore yang intens seperti Dead Vertical membutuhkan stamina yang kuat. Berikan kiat kepada pembaca untuk menjaga stamina tersebut?
Hmmm apa ya kiatnya? Simple kok, makan yang teratur, istirahat cukup jangan begadang menjelang show, jangan kobam berlebihan..uppsss hahaha..I’m Kidding..
Set up gear di stage, apa aja nih?
Tama Iron Cobra Pedals, Sabian Cymbals, Custom Snar, Modul DM-5, Trigger, Sans-M Bass Effect, Cort Bass, Messa Boogie Triple Rectifier Head Amplie, Arya STG Guitar, PRS Guitar, Guitar Exciter Effect, Mic Shure 57..
Kalian pasti tercenung dengan musik cadas. Nah, 3 band non-cadas yang kalian dengar saat ini?
Sore, The Corrs, Copeland..
Info terbaru dan agenda apa yang sekarang kalian rencanakan dan dikerjakan?
Info terbarunya Insya Allah bulan desember ini kami mulai mengerjakan secara bertahap clip independent kami dengan title lagu “Deadly Mouth” (Track ke 2 album Infecting The World). Mohon doa restunya ya..
Cuts!
Last Words from Us, Still Exist in your Way..Listen our Songs..and you’ll be Infected!!!!!! Yeahhhhh..Thanks A Lot Brother
foto oleh: Vicky MR








keren..