PSIKOPAD! 09 JOGJAKARTA

0 comments By ryan.jigsaw
Posted on 08 Jun 2009 at 3:06pm

PSIKOPAD!
“Supernova Show Your Expression Free Your Innovation”

Acara Pensi tahunan yang diadakan oleh SMA Negri 3 Jogja yang bertujuan pengekspresian bakat dari para partisipan. Acara ini sekaligus sebagai final dari audisi dan di nilai dari bidang masing - masing, para finalis memperebutkan berupa uang tunai dan piala. Acara yang terbilang membutuhkan modal cukup besar ini cukup mengundang dari pada pecinta musik di kota Jogja, pasalnya acara ini di meriahkan oleh Marapu, the Solomons, Discomojoyo, Soeparto Rikat, Black Wings, Padz Band #7, Voltage, the S.I.G.I.T, Efek Rumah Kaca (ERK -red).

Para panitia yang terdiri dari siswa siwsi SMA Negeri 3 Jogja menarget-kan tiket penjualan mencapai 6000 tiket, dan sebagian dari hasil penjualan tiket ini akan disumbangkan ke para korban bencana alam gempa yang terjadi di Jogja pada tahun 2006. Ternyata para panitia penyelenggara tidak sekedar menyelenggarakan acara untuk bersenang - senang dan sekedar mencari profit belaka, mereka juga masih memikirkan sodara sodara mereka yang menjadi korban bencana alam.

Pada saat datang ke lokasi, kami (khususnya saya) cukup heran dengan para pengunjung yang masi dibawah angka 500 orang. Begitu tiba di lokasi saya dan teman teman crew dari SemarangOnFire.net (SOF -red) tidak langsung masuk ke dalam venue, kami mengobrol - ngobrol sejenak di depan pintu masuk sambil melihat lihat keadaan sekitar. Beberapa menit kemudian kami memutuskan untuk masuk, setelah membeli tiket seharga RP. 7000,00 (murah banget tapi Guest Star-nya ERK sama the S.I.G.I.T!) kami langsung menuju pintu masuk yang dijaga oleh para keamanan yang berbadan tegap dan jelas sekali bukan dari pihak siswa SMA Negeri 3 Jogja ini, langsung mendapat sambutan hangat karena dari panitia penyelenggara ternyata cukup terbuka dengan pers.

Setelah disambut di pintu masuk, kami langsung bertemu dengan ketua panitia penyelengara (yang saya tafsir masih duduk di bangku kelas 2), kami langsung diajak ke backstage untuk mengobrol - ngobrol tentang kelangsungan acara. Saat berjalan menuju backstage ternyata venue yang bertempat di stadion sepak bola Kridosono harus cekatan, pasalnya karena pada sore hari kota Jogja diguyur hujan yang cukup lebat dan mengakibatkan tanah di dalam stadion ini menjadi basah. Menurut saya ini bisa menjadi halangan kelancaran acara ini, walaupun dari muka para panita menggambarkan bahwa mereka optimis acara ini akan berlangsung cukup sukses dan lancar.

Sesampainya di backstage yang cukup gelap karena tidak disediakannya lampu oleh pihak panitia, namun tidak menjadi halangan untuk kami mengobrol ngobrol tentang kelangsungan acara ini dan tujuan acara ini, ternyata acara ini bisa dibilang salah satu Charity Show (Acara Amal -red), mereka menafsirkan dari acara yang di meriahkan oleh Guest Star sekelas the S.I.G.I.T dan Efek Rumah Kaca ini akan terjual sebanyak 6000 tiket dan sebagian dari hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke para korban gempa pada tahun 2006 silam di kota Jojga. Mereka tidak hanya memikirkan profit yang dihasilkan atau bersenang - senang, tapi mereka memikirkan saudara saudara mereka yang menjadi korban gempa.

Setelah cukup mendapatkan sedikit info tentang acara ini saya lalu melihat - lihat kelangsungan acara ini. Di dalam venue ternyata ada stand - stand distro dan stand - stand produk lainnya yang menjadi sponsor. Stand para seponsor diletakan persis di depan pintu masuk, jadi sewaktu masuk kedalam venue langsung bertemu langsung dengan stand para sponsor, dan ternyata tidak hanya stand para sponsor yang ada disana, ternyata ada juga stand dari para siswa yang mencari dana tambahan, mereka menjual merchandise dari the S.I.G.I.T dan Efek Rumah Kaca yang dijual oleh website yg sudah terkenal dlm menjual merchandise dari band-band yang sudah mempunyai nama d Indonesia.Mereka menjual merchandise the S.I.G.I.T dan Efek Rumah Kaca seperti t-shirt dan bags

kami mendapatkan kesempatan untuk interview dengan Efek Rumah Kaca, tentu saja mendapatkan kesempatan ini tidak mudah, karena kami harus membuat janji dengan LO (leading officer) Efek Rumah Kaca dan mendapatkan persetujuan dari-nya melalui ketua panitia. Pada jam yang sudah kami sepakati untuk berkesempatan interview kami mendapatkan kesulitan masuk kembali ke dalam backstage. Tapi itu tidak menjadi halangan besar dan akhrinya pun kami medapatkan kesempatan dari panitia.Berikut hasil interview kami.
SOF : “Selamat malam ERK bagaimana perasaan kalian bisa main di Jogja dan kalau boleh tau ini sudah berapa kali nya kalian maen di jogja tanggapan kalian tentang acara ini bagaimana?”
ERK : “Selamat malam. Kami cukup senang bisa maen di Jogja ketiga kali nya”
SOF : “Sebelum ini tempat nya dimana saja?”
ERK : “SMA 6 Jogja,Taman Pintar dan Liquid”
SOF : “Ngomongin soal album kalian yang kedua yang ber-title ‘Kamar Gelap’ kq bisa kalian memberikan title album kedua kalian dengan ‘Kamar Gelap’ itu kalian dapatkan dari mana nama tersebut dan influence album kedua kalian ini didapat dari mana aja?”
ERK : “Title itu kami dapat kan dari salah satu lagu di album kami. Kalau soal influence kami mengambil materi album kedua ini dari materi lama yang di perbarui dr materi album pertama hanya sedikit lebih ngerock
SOF : “Hmmm..gitu..gitu…oh iy ini pertanyaan terakhir seputar musik di Indonesia, menurut kalian perkembangan musik di Indonesia tuh bagaimana yang dikotakkan yang berlabel dan yang masih indie?”
ERK : “ Kalau menurut kita perkembangan musik Indie di tiap kota tuh bagus – bagus, sedangkan yang mainstream rata – rata seragam dan membosankan”
SOF : “Ok, terima kasih sudah meluangkan waktu nya bersama kita”
ERK : “Ok, sama – sama”

setelah kami melakukan interview kepada pihak Efek Rumah Kaca tidak lama kami menunggu Efek Rumah Kaca manggung akhir nya Efek Rumah Kaca manggung pada jam 21.45 dan pada saat Efek Rumah Kaca beraksi di atas panggung memainkan lagu – lagu mereka yang beratmosfir post rock dan shoegaze, dan seperti konser – konser sebelumnya mereka berkesan menghipnotis para penonton dan feed back dari para penonton sangat – sangat bagus mereka sing a long bersama band favorit mereka ini. Mereka membawakan 7 lagu. 3 lagu hits mereka yang sangat terkenal sudah dikenal banyak orang seperti “Cinta Melulu”, “Di Udara”, “Kenakalan Remaja Di Era Informatika” dan 4 lagu dari album mereka sebagian ada dari album dia yang pertama “Efek Rumah Kaca” dan album kedua dia “Kamar Gelap” seperti “Debu”, “Mosi Tidak Percaya”, “Jangan Bakar Buku”, “Desember”.Dan mereka membawakan lagu terakhir yang berjudul “Kenakalan Remaja Di Informatika” di situ penampilan ERK sungguh menakjubkan.

Sesaat ERK turun panggung MC keluar dan MC ngebanyol,membagi-bagikan merchandise dari sponsor,lalu lampu di matikan crew the S.I.G.I.T. mulai mempersiapkan alat – alat. Kemudian para personil the S.I.G.I.T. naik ke atas panggung tetapi sangat di sayangkan sekali drummer dan gitaris the S.I.G.I.T. tidak bisa datang dikarenakan sakit,posisi gitaris digantikan oleh personil gitaris nya Beside dan drummer mereka menggunakan additional (kita tidak tahu nama nya karena tidak disebutkan-RED). Di situ antusias penonton sangat bagus sekali dan didalam barikade para photographer seperti membuat “barikade” sendiri, The S.I.G.I.T membawakan lagu pertama nya “Clover Dopper”. Penampilan the S.I.G.I.T sangat fenomenal ditambah dengan atraksi panggung yang hiper aktif dari Rekti sang dedengkot dari band asal kota Bandung ini. Mereka membawakan lagu – lagu album mereka yang ber-label di Australia. “Alright”, “My Generation”, “Help Me”, “Soul Sister, “Horse”, “Live In New York”, “Did I Ask Your Opinion?”, “the Party”, “Black Amplifier”, “Provocateur” sebelas lagu mereka yang mereka bawakan sangat “membakar” penonton sehingga para penonton disemprot dengan air dari petugas pemadam kebakaran yang sudah stand by di samping timur panggung.

Setelah band terakhir yaitu the S.I.G.I.T selesai dengan semua lagunya, acara pun berakhir tertib tidak ada kerusuhan atau pun sesuatu hal yang menjadi halangan besar kelancaran berlangsungnya acara ini. PSIKOPAD! tahun ini sepertinya meraup untung yang cukup besar dari penjualan tiket. Empat jempol buat para panitia yang membuat acara ini cukup megahnya dan berjalan lancer sesuai rencana walaupun hujan dan becek di venue. Good work guys!

Contributors:
Adityas Hutama
Iqbal
Rama Andhika
Ryan Syahrul

Advertisement

Leave a Reply