TIKA & the dissidents - “the Headless Songstress” merupakan album terbaru TIKA & the dissidents yang akan di di rilis pada tanggal 24 juli mendatang di bawah The Head Records, Single ini dapat kalian akses melalui youtube.com sebagai bentuk promo album terbaru TIKA & the dissidents.
Who the (hell) are TIKA & the dissidents?
TIKA
Maka ketika seorang wanita bipolar memiliki kemampuan untuk menulis lagu sekaligus suara menakjubkan, pun menjelmalah: TIKA.
Kartika Jahja lahir di tahun 1980 dalam keluarga yang memiliki darah seni. Singer/songwriter asal Indonesia ini telah menempuh aneka jalur musik dimana dia sempat bergabung ke dalam sebuah band punk, band jazz, grup hip hop, bahkan band Top-40 . Dengan satu alasan: Dia senang sekali bernyanyi. TIKA mulai menjalani musik secara serius ketika bergabung dengan band Yoko Phono saat berdomisili di Seattle, AS. Band tersebut bubar saat TIKA kembali ke tanah air. Saat ini, selain keterlibatannya sebagai vocal talent untuk scoring berbagai film layar lebar, TIKA masih sering berkolaborasi dengan berbagai musisi dari bermacam-macam genre. Diantaranya Aksan Sjuman, Jamie Aditya, Agrikulture, dan lain lain.
Namun TIKA mencuri hati banyak orang dengan lagu-lagunya sendiri saat dia mengeluarkan album debut pertamanya ‘Frozen Love Songs’ di tahun 2005. Dikemas ulang sebagai ‘Defrosted Love Songs’ pada tahun 2006. Sang biduanita pun dikenal handal menggagahi mikrofon. Seluruh perasaannya tumpah ruah memecah wajah saat berlaga di atas panggung.
TIKA pun lantang menyuarakan pendapatnya yang tanpa tedeng aling-aling menguak borok budaya populer mulai dari televisi, industri musik, hingga diskriminasi seksual. Hal ini kerap kali menjadikannya terpojok keluar dari industri mainstream nan glamor.
Orang boleh saja menkotakkan musik TIKA sebagai trip hop, jazz, noir pop, dan aneka nama jejadian yang membuat kami mengulum senyum. Beberapa fans pernah mengirimkannya silet berlumur darah bekas menyayat nadi. Para teroris internet mengecamnya terlalu ‘gemerlap’ untuk jadi kiri. Meskipun demikian, TIKA sendiri tak pernah meproklamirkan dirinya sebagai apapun kecuali seorang biduan. Yang dia inginkan hanyalah merasakan ‘hidup’ menggejolak melalui musik, dan berharap para pendengarnya pun dapat mengalami perasaan yang sama. Untuk meninggslkan meja kantormu dan berteriak bila kau mau. Untuk merasa indah meskipun serbuan iklan mengatakan kau harus lebih ramping, lebih putih, dan berambut lebih lurus. Untuk mematikan televisimu dan bercinta… dengan diiringi alunan lagu TIKA, semoga.
The Dissidents
Setelah kelelahan berganti-ganti pasangan di atas panggung dalam setiap penampilannya, TIKA akhirnya memutuskan untuk membentuk band pengiring permanen. Maka berpadulah the Dissidents, pada tahun 2006. Seiring waktu, ketiga lelaki dengan gaya bermusik yang beragam ini, menjadi sangat berpengaruh dalam proses penulisan lagu TIKA.
Susan Agiwitanto sang bassist (ya ia adalah lelaki, dan ya nama aslinya memang Susan), adalah personil dengan koleksi baju hitam terbanyak dalam band ini. Susan membagi waktunya antara sang istri tercinta, TIKA, dan band progressive bernama “In Memoriam”. Saat bergabung dengan TIKA, Susan menggantung bass elektrik lima senarnya dan mulai memainkan contrabass untuk menyesuaikan diri dengan musik TIKA.
Berikutnya, penabuh drum Okky Rahman Oktavian. Pemuda Padang yang di usia 25 tahun, tubuhnya masih terus bertambah tinggi (tidakkah ini sedikit mengkhawatirkan?). Okky berangkat dari band post-rock “godsmustbecrazy”. Selain bermain musik dan bekerja di sebuah perusahaan IT, ia juga seorang pencerca bermulut tajam yang sadistis namun jenaka.
Terakhir adalah si pemikat hati wanita, Luky Annash. Pria sensitif bertutur halus yang piawai memainkan jarinya di piano. Luky telah bermain bersama TIKA sejak sebelum kedua personil di atas bergabung. Hampir setiap waktu ia menjejali telinganya dengan lagu-lagu Tori Amos dari iPod putihnya, hingga tak elak gaya bermusiknya pun tertular. Selain bermain dengan “TIKA & the dissidents” Luky juga seorang penyanyi dan penulis lagu berbakat yang mempunyai proyek solonya sendiri.
Notable performances
Java Jazz 2006
Java Jazz 2007
Java Jazz 2008
Java Jazz 2009
Sunburst Festival, Kuala Lumpur
Huahin Beach Summer Festival, Bangkok
TIKA Little Concert, at Lembaga Indonesia Perancis, Jogjakarta
Indonesian Progressive Night
Urban Festival 2007, Pantai Carnival Ancol
Pasar Seni ITB
Jazz untuk Jogja, Graha Bhakti Budaya
Jazz Goes to Campus, Universitas Indonesia
Jakarta Movement, Pantai Carnival Ancol
And more…
Diskografi
Metrofiction – Yoko Phono (2002) (dirilis di Amerika Serikat)
Narcisstika EO – Yoko Phono (2002) (dirilis di Amerika Serikat)
Frozen Love Songs – TIKA (rooftopsound-2005)
Defrosted Love Songs – TIKA (aksara records- 2006)
OST Thank You and Goodnight Mother (2006)
Kompilasi Change Yourself (2006)
OST 9 Naga (2006)
Dawai Damai – Agrikulture (aquarius-2007)
OST Berbagi Suami (2007)
OST Kala (2008)
Pintu Terlarang (2009)
The Headless Songstress (akan rilis 24 juli 2009)
This CD sampler by these Three Chords Grindcore band from Semarang city, Indonesia - AK//47 - are a warming up before their Thirth full lentgh studio album that would be released in the middle of September this year. Adding one more guitarist and now become a quartet, make the band’s sounding more heavier than in their previous 2006 full length album : “Barricades Close the Street, But Open The Way”. Contains 3 tracks, this CD Sampler give us a heavy guitar sound running with blast beat drumming that prepacked with socio political lyrics, while sometimes in the middle of the track, they mix their standardize thundering grindcore with Stoner Rock Guitar Riffing.
Formed in 1999, it’s been more than 10 years AK//47 kickin around in Indonesian Hardcore/Punk/Grindcore scene. And this is their newest effort in 2009 after their 2nd full lentgh in 2006, and surely, they’re stil and would still… Grindcore! Enjoy!
You can subscribe to SemarangOnFire.Net by e-mail address to receive news and upates directly in your inbox. Simply enter your e-mail below and click Sign Up!


| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jun | Aug » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||