Lipstik Lipsing - Room for Outside EP (2009)

0 comments By kero
Posted on 28 Jul 2010 at 3:35pm

Lipstik Lipsing - Room for Outside EP (2009) / Balaw Record

Mencari backsound untuk menikmati murung anda di kala hujan mungkin mudah. Semudah mengambil acak cd di tumpukan rak. Tapi, apakah cd yang anda ambil akan cocok menemani lamunan anda? Kalau tangan anda beruntung menemukan Room For Outside (EP) dalam tumpukan itu, maka berterimakasihlah pada jagat. Karena anda sudah mengambil cd yang tepat.

liplip-460-cd

Room For Outside adalah EP sekaligus rilisan pertama dari band postrock/shoegaze/indie-rock/campur-campur: Lipstik Lipsing. yep. Lipstik tanpa ‘c’ sebelum ‘k’-nya. Perkenalan pertama saya dengan liplip (begitu saya lebih suka menyebut mereka :D) adalah lewat last.fm. Secara tidak sengaja menemukan profile page mereka, secara sadar dan dengan niat mendownload sampler demo, secara penuh penasaran mendengarkan hasil download-an itu. Dan saya terkena jerat manis mereka di lagu pertama bahkan, Early Express. Suburban Love dan Rebirth (loop version) berhasil menyeluruhkan keinginan saya untuk membeli EP mereka.EP yang hanya disetok di beberapa distro/disc-store (sounds like same phrase, right?) itu di-package dalam 3 sheet karton tebal. penuh dengan artwork bernuansa arsitektural. didominasi kuning, puting, hitam, dan oranye di setiap inch-nya. track pertama, anda akan disuguhi dengan Room For Outside. suara gemericik air, bunyi jangkrik, dan dentingan glockenspiel. perpaduan yang jernih dan bersih. membuat saya langsung ingin lari ke dapur untuk membuat kopi. lalu pergi keluar, menari sambil berdoa hujan akan turun saat itu juga. ah. maaf, hiperbolis. ini penyakit lama :P. tapi sungguh, tidak akan berlebihan mendengarkan track ini di kala hujan. lebih dari menggerutu karena hujan telah menggangu aktivitas, mungkin anda akan berbalik menikmati syahdunya alam. Room For Outside mendefinisikan apa itu komposisi yang jernih dan menghanyutkan.

dilanjutkan dengan Early Express. sama seperti Suburban Love, lagu ini mengajarkan bagaimana menjadi galau tanpa perlu menjadi menye-menye. lirik yang sederhana, tapi tidak murahan. lagu paling sensitif, bagi saya pribadi. saya tidak mengerti bagaimana cara menjelaskan detail musik disini, tapi kemunculan glockenspiel lagi-lagi menghanyutkan. ditambah raungan gitar dan hentakan drum yang kadang cepat, kadang melambat. mulai merasa aliran darah anda melambat? nanti dulu. Puertorico akan membawa anda pada sebuah perjalanan yang lebih ceria. petikan gitar, gitar, dan gitar. dominasi yang kuat dalam lagu ini. kalau saya, hampir selalu senyum-senyum tiap sampai pada Puertorico. ada pesan semangat didalamnya. disampaikan dengan komposisi yang menaikkan emosi perlahan. dan EP ini akan kembali membanting perasaan anda di Rebirth. berharap ketukan cepat seperti versi loop di sampler-demo? maaf anda harus kecewa. Rebirth EP ver. bahkan lebih lambat dan berat dari semua lagu dalam rilisan ini. saya sering men-skip lagu ini kalau mendengarkan di pagi hari. ini sungguh membuat saya ingin tetap berada di tempat tidur :P. ah ya… mari kurangi sisi subyektif dalam tulisan ini.

Suburban Love. ya. cinta versi pinggiran. kalau ditempatkan dalam bingkai Semarang, maka yang saya bayangkan adalah muda-mudi yang berjalan bergandengan tangan di sepanjang daerah pleburan. terdengar picisan. tapi sekali lagi, Suburban Love jelas berkata bahwa lagu cinta tidak perlu menye-menye. dan setiap lirik sedih tidak harus dikawinkan dengan nada-nada minor menyayat hati. sudah puas mengikut langkah liplip sampai disini? sekali lagi saya memohon anda untuk menunggu. siapkan diri anda untuk sebuah penutup megah. IfOnlyWeCouldChooseOurOwnHappiness. ya, ditulis sambung tanpa spasi seperti itu. track terakhir ini akan menjadi pencuci mulut. menyeimbangkan kembali emosi anda yang sudah naik-turun. dan menyiapkan telinga anda untuk kembali mendengarkan EP ini untuk kedua. ketiga. keempat. kesekian kalinya….

liplip-460-live

Rilisan ini sungguh bercerita banyak. tapi sayang, sampai saat ini saya belum berhasil menemukan emosi serupa dalam live perf mereka. ya… kalimat ini terdengar agak sumbang, karena toh saya baru sekali melihat mereka bermain secara langsung. ditambah beberapa live video via youtube. tapi sungguh saya berharap lebih dari mereka. karena bagi saya, kualitas sebuah band tidak hanya berhenti di rilisan. kualitas dipertaruhkan dalam live stage. dan saya masih berharap Lipstik Lipsing dapat melakukan lebih banyak dari saat ini. apakah anda sepaham? :D

-desy / http://dangledes.tumblr.com/

Saya sengaja menawarkan kepada Desy buat me-review EP ini karena saya tahu betapa dia harus masuk ke distro yang berstatus hype di ibukota buat beli cd ini. Dan dia nyaris juga liat Lipstik Lipsing pas maen di Coup de Neuf #6 di Bandung akhir Februari 2010. Dan dia juga pernah iseng jalan2 ke Semarang pas ada acara di Audit yang ada Monkey to Millionaire, The Trees and The Wild, OK Karaoke, dan Lipstik Lipsing akhir Mei kemaren:D … Terima kasih sangat reviewnya ya Des … …


Advertisement

Leave a Reply