Posts Tagged ‘Bubar’

TIKA & the dissidents -

TIKA & the dissidents - “the Headless Songstress”

Posted on 13 Jul 2009 at 7:26am

TIKA & the dissidents - “the Headless Songstress” merupakan album terbaru TIKA & the dissidents yang akan di di rilis pada tanggal 24 juli mendatang di bawah The Head Records, Single ini dapat kalian akses melalui youtube.com sebagai bentuk promo album terbaru TIKA & the dissidents.

Who the (hell) are TIKA & the dissidents?

TIKA
Maka ketika seorang wanita bipolar memiliki kemampuan untuk menulis lagu sekaligus suara menakjubkan, pun menjelmalah: TIKA.
Kartika Jahja lahir di tahun 1980 dalam keluarga yang memiliki darah seni. Singer/songwriter asal Indonesia ini telah menempuh aneka jalur musik dimana dia sempat bergabung ke dalam sebuah band punk, band jazz, grup hip hop, bahkan band Top-40 . Dengan satu alasan: Dia senang sekali bernyanyi. TIKA mulai menjalani musik secara serius ketika bergabung dengan band Yoko Phono saat berdomisili di Seattle, AS. Band tersebut bubar saat TIKA kembali ke tanah air. Saat ini, selain keterlibatannya sebagai vocal talent untuk scoring berbagai film layar lebar, TIKA masih sering berkolaborasi dengan berbagai musisi dari bermacam-macam genre. Diantaranya Aksan Sjuman, Jamie Aditya, Agrikulture, dan lain lain.
Namun TIKA mencuri hati banyak orang dengan lagu-lagunya sendiri saat dia mengeluarkan album debut pertamanya ‘Frozen Love Songs’ di tahun 2005. Dikemas ulang sebagai ‘Defrosted Love Songs’ pada tahun 2006. Sang biduanita pun dikenal handal menggagahi mikrofon. Seluruh perasaannya tumpah ruah memecah wajah saat berlaga di atas panggung.
TIKA pun lantang menyuarakan pendapatnya yang tanpa tedeng aling-aling menguak borok budaya populer mulai dari televisi, industri musik, hingga diskriminasi seksual. Hal ini kerap kali menjadikannya terpojok keluar dari industri mainstream nan glamor.
Orang boleh saja menkotakkan musik TIKA sebagai trip hop, jazz, noir pop, dan aneka nama jejadian yang membuat kami mengulum senyum. Beberapa fans pernah mengirimkannya silet berlumur darah bekas menyayat nadi. Para teroris internet mengecamnya terlalu ‘gemerlap’ untuk jadi kiri. Meskipun demikian, TIKA sendiri tak pernah meproklamirkan dirinya sebagai apapun kecuali seorang biduan. Yang dia inginkan hanyalah merasakan ‘hidup’ menggejolak melalui musik, dan berharap para pendengarnya pun dapat mengalami perasaan yang sama. Untuk meninggslkan meja kantormu dan berteriak bila kau mau. Untuk merasa indah meskipun serbuan iklan mengatakan kau harus lebih ramping, lebih putih, dan berambut lebih lurus. Untuk mematikan televisimu dan bercinta… dengan diiringi alunan lagu TIKA, semoga.

The Dissidents
Setelah kelelahan berganti-ganti pasangan di atas panggung dalam setiap penampilannya, TIKA akhirnya memutuskan untuk membentuk band pengiring permanen. Maka berpadulah the Dissidents, pada tahun 2006. Seiring waktu, ketiga lelaki dengan gaya bermusik yang beragam ini, menjadi sangat berpengaruh dalam proses penulisan lagu TIKA.
Susan Agiwitanto sang bassist (ya ia adalah lelaki, dan ya nama aslinya memang Susan), adalah personil dengan koleksi baju hitam terbanyak dalam band ini. Susan membagi waktunya antara sang istri tercinta, TIKA, dan band progressive bernama “In Memoriam”. Saat bergabung dengan TIKA, Susan menggantung bass elektrik lima senarnya dan mulai memainkan contrabass untuk menyesuaikan diri dengan musik TIKA.
Berikutnya, penabuh drum Okky Rahman Oktavian. Pemuda Padang yang di usia 25 tahun, tubuhnya masih terus bertambah tinggi (tidakkah ini sedikit mengkhawatirkan?). Okky berangkat dari band post-rock “godsmustbecrazy”. Selain bermain musik dan bekerja di sebuah perusahaan IT, ia juga seorang pencerca bermulut tajam yang sadistis namun jenaka.
Terakhir adalah si pemikat hati wanita, Luky Annash. Pria sensitif bertutur halus yang piawai memainkan jarinya di piano. Luky telah bermain bersama TIKA sejak sebelum kedua personil di atas bergabung. Hampir setiap waktu ia menjejali telinganya dengan lagu-lagu Tori Amos dari iPod putihnya, hingga tak elak gaya bermusiknya pun tertular. Selain bermain dengan “TIKA & the dissidents” Luky juga seorang penyanyi dan penulis lagu berbakat yang mempunyai proyek solonya sendiri.

Notable performances
Java Jazz 2006
Java Jazz 2007
Java Jazz 2008
Java Jazz 2009
Sunburst Festival, Kuala Lumpur
Huahin Beach Summer Festival, Bangkok
TIKA Little Concert, at Lembaga Indonesia Perancis, Jogjakarta
Indonesian Progressive Night
Urban Festival 2007, Pantai Carnival Ancol
Pasar Seni ITB
Jazz untuk Jogja, Graha Bhakti Budaya
Jazz Goes to Campus, Universitas Indonesia
Jakarta Movement, Pantai Carnival Ancol
And more…

Diskografi
Metrofiction – Yoko Phono (2002) (dirilis di Amerika Serikat)
Narcisstika EO – Yoko Phono (2002) (dirilis di Amerika Serikat)
Frozen Love Songs – TIKA (rooftopsound-2005)
Defrosted Love Songs – TIKA (aksara records- 2006)
OST Thank You and Goodnight Mother (2006)
Kompilasi Change Yourself (2006)
OST 9 Naga (2006)
Dawai Damai – Agrikulture (aquarius-2007)
OST Berbagi Suami (2007)
OST Kala (2008)
Pintu Terlarang (2009)
The Headless Songstress (akan rilis 24 juli 2009)

CAPTAIN JACK BUBAR ??

CAPTAIN JACK BUBAR ??

Posted on 23 Jun 2009 at 2:50am

CAPTAIN JACK BUBAR ??

“Ekslusive interview with ISMETH-keyb/syntz- CAPTAIN JACK”


Berbicara seputar E.P baru, rumor Hengkang sampai isu BUBAR?!

Sedikit bicara banyak berkarya. Hmm..sepakat atau tidak idiom ini mungkin cukup pas buat Band Rock yang satu ini, CAPTAIN JACK! Bahkan banyaknya rumor yang beredar seputar eksistensi dan karya mereka tetap tidak mampu membuat Band yang satu ini bergeming! Well, minim bicara “show biz”, tapi antusias mengulik ambigusitas dan kontradiksi melalui lirik dalam karya mereka.

Berikut, wawancara eksklusif Ismeth-keyb/Syntzr CAPTAIN JACK dari Himover Conference Room (HCR)* dengan Oz’ dari ozzieside/’BlogMagz’;

Apa kabar, bro..?Gimana juga kabar anak-anak Captain Jack yang lain?

Kabar..sampai sejauh ini baik, anak-anak Captain Jack juga sampai detik ini baik-baik saja. Mungkin cuma sedikit lebih bersemangat karena kita baru aja ngeluncurin E.P terbaru kita ”The Fall of Concept”…

Gw denger ada sesuatu yang berbeda yang kalian usung di E.P itu..?

Hmm.. berbeda? Kita masih dengan jalur kita koq, masih dengan ciri yang sama. Mungkin kita biarin teman-teman aja yang menilainya gimana….

Setelah Album ‘Something About’ menuju ke E.P ‘The Fall of Concept’ ini kan cukup lama, sekitar 3 tahun, dan selama masa itu Captain Jack sepertinya nggak terdengar “teriakannya”. Apakah saat itu kalian sibuk dengan project pribadi yang membuat Captain Jack praktis seolah ”mati-suri”?

Ok, mati-suri sebenarnya nggak, kita masih tetep jalan koq.. kenapa jarak antara Album Something About’ dan The Fall of Concept cukup jauh? sebenernya pada saat itu kami memang cukup disibukkan dengan ’personal project’. Hehe…benar-benar ”project pribadi”. Emm..selain itu sebenarnya kami juga saat itu tengah mematangkan materi untuk E.P ’The Fall of Concept’ yang baru aja keluar ini, gimana jadinya? Teman-teman aja yang nilai sendiri..

Well, that’s a great idea…! Ok bro, belakangan banyak rumor yang beredar seputar kabar “Bubar”-nya Captain Jack. Bener nggak kabar Captain Jack bubar ini..?

Ya,..rumor itu juga nyampe’ ke telinga anak-anak CJ (Captain Jack.red) pada dasarnya bubar atau nggaknya sebuah band itu kan lebih kepada gimana kita ngejalanin proses kreatifnya ya,.. ada banyak kepala otomatis ada banyak fikiran dan keinginan, kedepan kita juga belum tau..so, We’ll see aja. Tapi sampai saat ini, aku memilih untuk lebih concern ke apa yang sedang kita jalani aja..

Beberapa bulan terakhir posisi Bassist dalam formasi Captain Jack terlihat ganjil, nggak ada Novan lagi disana. Apakah ini membenarkan kabar yang menyatakan kalau Novan sudah hengkang dari Captain Jack?

Hahahaa….banyak banget yang nanyain tentang Novan, ” Novan kemana..??, Novan udah keluar ya..?? atau apa lah.. karena setiap CJ perform Novan nggak pernah kelihatan. Sebenernya, Novan itu lagi cuti dari Captain Jack. jadi bukan keluar dari CJ, dia Cuma cuti aja.. nggak benar itu klo ada kabar Novan keluar..

Kita kan udah tau nih, klo CJ itu selalu hadir dengan ”nyelekit”. (Maaf nih untuk bahasanya..) mengkritik dengan tajam, atau klo boleh gw kasih istilah ”Balik mengacungkan jari tengah buat mereka yang mencibir kalian”. Nah, Pertanyaan gw, ada nggak orang-orang yang kemudian menjadi kontra dan antipati dengan CJ..?

Aku rasa ini masalah idealisme ya,. Perbedaan konsep pemikiran dari satu pribadi dengan pribadi yang lain, sepertinya itu hal yang wajar, klo kemudian muncul pro dan kontra aku rasa itu pasti ada aja ya.. buat aku, untuk yang se-pemikiran dan pernah merasakan apa yang kami tuangkan dalam karya kami, musik kami….. lirik kami, aku ucapin terimakasih buat dukungan dan supportnya.. buat yang kontra, pahami musik kami lebih dari sekedar lirik pelengkap lagu..dan ”go to hell !!”

Apakah para ”Monster” ( sebutan buat penggemar CJ. red* ) akan dapat menyaksikan aksi-aksi panggung kalian dengan formasi lengkap..?

Hmm…Tunggu aja kejutan-kejutan dari kami.

Ok. Last words buat para ’Monster’…..?

…because it’s only an rock n’ roll, but I like it… so, “scream out loud the anger!!!”

awesome!!

Well than, from Himover Conference Room (HCR*), back to CJ’s/Web*Master-Kaboel.

It’s Oz. I’m out….!

Advertisement



September 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930