Jakarta, 31 Maret 2010, — Memiliki personil yang juga anggota band electro dan jazz tidak membuat Fady Alkatiri (vokalis March dan Electron 45) dan Arya Ramadhya/ Lale (gitaris March dan Maliq & D’Essentials) berhenti berharap memiliki sebuah rilisan metal yang berkualitas. Bersama dua teman mereka; yaitu Erixon Sihite (drum) dan Rachadian Ramadhan (gitar), kecintaan mereka terhadap musik metal tersalurkan melalui March dan terdokumentasikan melalui album perdana mereka; Polymath.
Butuh waktu hampir tiga tahun untuk menyelesaikan album ini. Tentunya dalam kurun waktu tersebut telah banyak faktor yang berubah; baik dalam hal ekonomi, teknologi, maupun perkembangan scene musik di Indonesia. Faktor-faktor tersebut pada gilirannya berpengaruh pada hasil rekaman dan strategi promosi; yang semuanya dijalankan secara mandiri oleh personil March sejak awal berdirinya band ini di tahun 2005.
“Saya yakin album ini akan menjadi sebuah gebrakan terhadap industri rock tanah air. Bukan ingin berkata tanpa alasan, tetapi March bersamaan dengan Yayat Achdiat (Burgerkill) selaku produser telah mendorong diri ke titik maksimal dan (setidaknya menurut kami) berhasil menghasilkan salah satu album rock tanah air yang pantas”, ujar Erix (drummer).
Sama seperti keyakinan Lale (gitaris), Ryan (gitaris) yang seorang sarjana kedokteran merasakan album ini seperti menginjeksijkan 20 mg epinephrine sebagai stimulan adrenalin; baik anda adalah pendengar musik pop, jazz, bahkan dance sekalipun akan menemukan cara untuk menikmati karya dari March. 11 lagu pada Album Polymath diharapkan dapat menjadi anthem di berbagai panggung musik dan dapat menjadi penyemarak mosh pit seperti yang selama ini telah dilakukan oleh March.
Kutipan wawancara dengan Jerry Only The Misfits yang di lakukan oleh Wendi Putranto Jurnalis RollingStone Indonesia, tentang rencana kedatangan The misfits ke jakarta..
Pemain bas sekaligus vokalis band legendaris horor punk, Misfits, bicara melalui ponsel pribadinya dari New Jersey, AS, tentang Indonesia, film horor, kenangan manis bersama Glenn Danzig serta rencana konser mereka di Jakarta pada 10 April 2010 di Pantai Karnaval, Ancol, yang digelar oleh -Solucites Entertainment.
Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendapat tawaran untuk tampil di Jakarta, Indonesia?
Well, sebenarnya agak ironis, kami punya teman yang memperlihatkan gambar serangga, kupu-kupu, ketika ia datang ke Indonesia. Kami sangat familier dengan Indonesia walau belum pernah datang ke sana sebelumnya. Kami sangat tertarik untuk segera datang ke sana.
Ada yang Anda tahu tentang negara ini selain serangga mungkin?
No, not really. Saya cuma familier dengan namanya tapi kurang paham soal budayanya. Saya membayangkan Indonesia adalah negara beriklim tropis, jadi saya siap untuk segala kemungkinan termasuk badai angin topan .
Anda tidak bermasalah dengan iklim tropis?
No problem at all. Terkadang jika Anda datang ke negara bersalju maka akan berhadapan dengan pesawat yang ditunda dan masalah transportasi lainnya, tapi kami bermain di segala cuaca. Kami senang saja jika harus melihat angin topan. Kalian punya angin topan di sana?
Tahukah Anda film setan kami lebih menyeramkan, tertarik menonton salah satunya?
Oh ya? Wow, saya sangat tertarik, kalau tidak salah kami akan sampai di Jakarta sehari sebelum konser jadi masih punya waktu. Jika tidak keberatan silakan datang ke hotel dan membawa filmnya. Anda bawa laptop kan? Nah, kita bisa nonton bareng film itu nanti .
Bagaimana perasaan Anda ketika tahu band seperti Metallica dan Guns N’ Roses membawakan lagu Misfits di panggung dan juga di album?
Saya senang mengetahui band-band seperti itu mau membawakan lagu-lagu kami. Tapi kami lebih memilih untuk membawakan lagu sendiri di atas panggung.
Masih banyak penggemar Glenn Danzig yang berpikir bahwa band ini bukanlah Misfits yang sebenarnya, komentar Anda?
Well, saya harus bicara jujur kepada Anda. Glenn meninggalkan Misfits pada tahun 1983 dan dia tidak mau berbicara tentang hal itu lagi, tapi anehnya dia sangat cepat kalau berurusan dengan mengambil uang dari band ini . Saya doakan semoga ia berhasil tapi saya tidak mau bekerja sama dengannya lagi. Jika Anda penggemar Danzig dan tidak suka dengan Misfits, that’s fine. Kami masih punya banyak orang, ratusan atau mungkin ribuan anak muda yang menyukai band ini dan datang ke konser kami. Saran kami bagi mereka: Pergilah nonton Danzig!
Anda sudah jutaan kali mendapat pertanyaan ini, tapi jelaskan dengan jujur, seberapa dekat penggemar Misfits menyaksikan reuni Misfits bersama Glenn Danzig?
Tidak sedekat seperti 25 tahun yang lalu ketika ia masih berada di band. Kami sangat tidak dekat sekarang ini dibanding 25 tahun yang lalu . Saya mau melakukannya asal ini bisa mengubah dunia , Anda tentu paham maksud saya. Andai Tuhan berkata, “Jika kamu tidak reuni de-ngan Glenn maka saya akan hancurkan planet ini!” . Ini bukan karena saya tidak mau, tapi menurut saya, ini adalah hal yang salah bagi band kami. Mereka tidak mengerti hal ini dan saya tidak berharap mereka mengerti juga sebenarnya.
Apakah Anda akan menjadi vokalis permanen bagi Misfits?
OK, saya sudah pernah beberapa kali mencoba vokalis baru setelah Glenn Danzig. Dan kita semua tahu Glenn adalah yang terbaik dari semuanya, tidak perlu berdebat tentang itu lagi, semua orang sudah tahu itu. Tapi sampai saya menemukan orang baru yang sangat ingin menjadi vokalis band ini yang bekerja sekeras saya juga, maka saya akan tetap menjadi vokalis band ini. Dan jika itu terjadi besok maka Misfits akan memiliki vokalis baru esok juga dan jika dalam 20 tahun ke depan kami belum menemukannya maka selama itu juga saya akan terus bernyanyi di band ini. Saya tidak peduli.
Apa yang Anda lakukan di waktu luang?
Saya tidak punya waktu luang . Tidak punya sama sekali. Kami selalu melakukan sesuatu dan kami selalu bekerja keras. Jika saya tidak berada di studio untuk menulis lagu biasanya saya berada di gym, menjaga agar band ini tetap sehat . Selalu ada sisi bisnis yang datang sehari-harinya. Band ini adalah full time job bagi saya.
Apa film horor favorit Anda sepanjang masa?
Well, saya adalah penggemar berat Boris Karloff maka saya sangat suka film Frankenstein. Saya juga suka Horror Hotel, setiap kali menontonnya masih saja menakutkan. Saya masukkan film ini ke dalam daftar Top 5 saya sepanjang masa.
Bagaimana dengan Top 5 album terbaik Anda sepanjang masa?
Ziggy Stardust (David Bowie), Piece of Mind (Iron Maiden), Static Age (Misfits), Walk Among Us(Misfits), Earth A.D. (Misfits).
Sumber : rollingstone.co.id
Galih adalah seorang vokalis sekaligus gitaris dari sebuah band trio post-grunge/alternative-rock yang underatted asal kota Bandung, bernama Schizophones. Band ini di tahun 2003 sempat merekam dan merilis beberapa buah lagu demo. Pada periode ini, musik dari Schizophones masih keras dan heavy, sangat terpengaruh oleh gelombang Seattle-Sounds 90-an, dengan inspirasi macam: Alice In Chains, Stone Temple Pilots, Pearl Jam, Soundgarden, Nirvana, dll. Setelah itu band ini mengalami pergantian personil dengan masuknya Yadi Cubek (gitaris & back-vocals), juga Caax (drummer). Masing-masing personil baru datang dari background musik yang berbeda, sehingga memperkaya musik dari Schizophones itu sendiri. Hingga akhirnya pada tahun 2006 Schizophones merilis debut EP CD-nya yang bertitel An Alien. Musik mereka di EP ini terdengar lebih lembut, ballad, dan kaya. Meskipun begitu, musiknya tetap mendapat pengaruh dari pahlawan-pahlawan musik alternative era 90-an macam: Soul Asylum, Seven Mary Trees, Live, Screaming Trees, I Mother Earth, Candlebox, Blind Melon, Plastik & Humania. Akan tetapi setelah perilisan EP An Alien, mereka mengalami kevakuman. Hal ini mungkin dikarenakan oleh Caax yang sudah lulus kuliah dan harus bekerja kantoran.>
Karena Schizophones vakum, maka Galih memutuskan untuk menulis materi-materi solonya dengan nama panggung Deuâ Galih (tapi Galih sudah mulai menulis dan merekam materi solonya sejak tahun 1998!). Begitu juga dengan Yadi Cubek yang juga menulis-merekam-merilis materi solonya (bahkan sejak Schizophones masih aktif!) yakni: Yadi Cubek (s/t) EP (2005) dan Aceem â The Oracle EP (2007). Maka di tahun 2007 Deuâ Galih merilis debut solo EP-nya yang berisi semua materi solo akustik dari tahun 1999-2002 dengan titel Deuâ Galih (1999-2002). Lalu pada tahun 2008 Deuâ Galih merubah arah musikalnya, jadi condong ke musik: folk, ethnic, serta world-music. Dibantu oleh Yadi Cubek untuk aransemen musik serta bantu back-vocals, hingga akhirnya dirilis Siluet EP (2008), sebuah penggambaran arah musikal terbaru dari Deuâ Galih.
Wonderful Journey: Discography (1998-2008) adalah sebuah digital-box-set, terdiri dari 4 disc/folder, berisi 32 lagu, yang merupakan dokumentasi perjalanan musik (diskografi) dari Deu’ Galih, mulai tahun 1998-2008. Digital box-set ini memuat segalanya, mulai dari: singles, b-sides, outtakes, rarities, demos, live recordings, radio-performances, cover-version, & remix.
Download Disk 1:
01. Alien
02. Negative Schizophrenia
03. Berdua
04. Bulan
05. Feathers Drop
06. Free
07. Sekiranya
08. Semoga Damai
09. Semoga Damai #2
10. Shake My Hand
11. Way
12. Wife
13. Wish
Download Disk 2:
14. Journey
15. She’s
16. Step to Rock n Roll (demo)
17. Ayah (demo)
18. Mother / Farmer (demo)
19. I’m a Healthy Murderer
Download Disk 3:
20. Tidur (live)
21. Kau Yang Kusayang / Cinta Yang Tulus (The Rollies cover live)
22. Buat Gadis Rasyid (radio performance)
23. Way (radio performance)
24. Without An Attitude (radio performance)
25. Mantra Jurig (live)
Download Disk 4:
26. Pulang
27. Yang Terhempas dan Terputus / Buat Gadis Rasyid (Chairil Anwar’s poetry cover)
28. Di Tanah Negeri / Punggung
29. Bunga Lumpur
30. Ilalang
31. Sore
32. Pulang (remix)
Download Complete Release:
http://www.archive.org/details/DeuGalihWonderfulJourneyCd1
http://www.archive.org/details/DeuGalihWonderfulJourneyCd2
http://www.archive.org/details/DeuGalihWonderfulJourneyCd3
http://www.archive.org/details/DeuGalihWonderfulJourneyCd4
Eksplanasi Tentang Lirik dan Lagu dari Deu Galih:
http://www.inmyroom.us/Eksplanasi Lagu dan Lirik Deugalih Discography.pdf
Licensed:
Contact:
Phone : 085624533425 (Galih)
E-mail: deugalih@yahoo.com
Photos:
Website:
14 Fury of Hellfire
14th June 2009
@Bunker Café
Tidak terasa sudah 14 tahun “Death Vomit”,band brutal death metal asal Yogyakarta ini telah menemani kita semua.
Bertempat di bunker café,jl.magelang ini pada tgl 14 juni ini Death Vomit merayakan acara ulang tahunnya ini. Event yang diorganized oleh deckil syndicate dan management death vomit ini terlihat mendapat antusias public yang sangat baik. Pukul 7.00 malam sudah nampak crowd yang memadati venue. Beberapa wajah begitu familiar untuk saya dan menjadi ajang reuni bagi teman-teman khususnya Jogjakarta Corpse Grinder,namun juga terlihat banyak teman-teman yang juga turut meramaikan acara malam hari ini.
Sedikit mengalami kendala alhasil event menjadi sedikit molor dan akhirnya pukul 8.30 event pun dibuka. Nampak wajah familiar MC pada malam hari ini, Krisna Bagaskara. Bapak satu ini yang juga salah seorang penyiar di RWk Fm ini membuka event dengan apik. Lex luthor the hero,disusul dengan Spider Last Moment terdengar membawakan lagu-lagu yang familiar di album baru mereka,Angry Neighbour,Dark Age dengan vokalis wanitanya cukup membuat audience sontak maju menuju stage memanaskan venue,dan beberapa band lagi seperti fornicate,deadly weapon, cranial incisored dengan chaotic math dengan ramuan free jazz yang selalu mampu membuat seluruh audience sejenak hening kagum dan bertepuk riuh. Tak terasa hampir di puncak acara dan kita seakan dijamu dengan ramuan musik metal dari awal acara,ini dia akhirnya “Something Wrong”,jargon band Hardcore di Jogjakarta. Cover song “Judas Priest,Breaking the Law” dan hitsnya “Get Out my bag” sontak memanaskan venue dan sing along bersama.
Sejenak bersiap,ini dia yang dinanti,nampak beberapa crew bersiap di panggung dan satu persatu personil mulai memadati stage,Lagu pertama mengalun dan venue pun dipadati dengan moshpit dari audience. Malam itu sungguh terasa energi yang luar biasa dari performa Death Vomit. Beberapa lagu seperti Criminaly Insane (cover song slayer),Anthemof Hate, Flesh & Blood,hatred creation dan 6 lagu lainnya mengalir dengan powerfull dan mampu membuat audience ber-head banging ria.
Meskipun pada awal terdengar sedikit trouble pada sound gitar,namun alhasil ditutup dengan derail tepuk tangan dan horns up dari audience.
Lagu kesepuluh selesai dimainkan,tampak dari kejauhan kue tart dengan hiasan lilin 14 dihantarkan ketengah stage,sedikit kejutan dari teman-teman “Jogjakarta Corpse Grinder”. Nampak wajah sophyan,oki dan roy yang kebinggungan dan dengan wajah haru biru mereka meniup api lilin tersebut dan seluruh audience sontak mengangkat horns up!hails!!Happy 14th Aniversary Death Vomit!
(Text by : das augusta)